Selasa, 15 Maret 2011

FIREWALL

Firewall adalah sebuah sistem atau grup sistem yang menjalankan kontrol akses keamanan diantara jaringan internal yang aman dan jaringan yang untrusted seperti internet.Firewall didesain untuk mengijinkan trusted data atau data yang dipercaya lewat, menolak layanan yang mudah diserang, mencegah jaringan internal dari serangan  luar yang bisa menembus firewall setiap waktu.

Umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap modal digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker (peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya) menjadi wajib.

 Komponen Sistem Firewall
Firewall dapat berupa PC, router, midrange, mainframe, UNIX workstation, atau gabungan dari yang tersebut diatas.Firewall dapat terdiri dari satu atau lebih komponen fungsional sebagai berikut :
  - Packet-filtering router
  - Application level gateway (proxy)
  - Circuit level gateway
Contoh Tipe Firewall
Firewall terdiri dari satu atau lebih elemen software yang berjalan pada satu atau lebih host.
Tipe-tipe firewall adalah  sebagai berikut:
  - Packet-filtering Firewall
  - Dual-homed Gateway Firewall
  - Screened Host Firewall
  - Screened Subnet Firewall
Packet-filtering Firewall 
 •Terdiri dari sebuah router yang diletakkan diantara jaringan eksternal dan jaringan internal yang aman.
 •Rule Packet Filtering didefinisikan untuk mengijinkan atau menolak traffic.

Dual-homed Gateway Firewall
•Dual-home host sedikitnya mempunyai dua interface jaringan dan dua IP address.
•IP forwarding dinonaktifkan pada firewall, akibatnya trafik IP pada kedua interface tersebut kacau di firewall karena tidak ada jalan lain bagi IP melewati firewall kecuali melalui proxy atau SOCKS.
•Serangan yang datang dari layanan yang tidak dikenal akan diblok.

Screened Host Firewall
•Terdiri dari sebuah packet-filtering router dan application level gateway
•Host berupa application level gateway yang dikenal sebagai “bastion host”
•Terdiri dari dua router packet filtering dan sebuah bastion host

Screened Subnet Firewall
•Menyediakan tingkat keamanan yang tinggi daripada tipe firewall yang lain
•Membuat DMZ(Demilitarized Zone) diantara jaringan internal dan eksternal,sehingga router luar hanya mengijinkan akses dari luar bastion host ke information server dan router dalam hanya mengijinkan akses dari jaringan internal ke bastion host
 •Router dikonfigurasi untuk meneruskan semua untrusted traffic ke bastion host dan pada kasus yang sama juga ke information server.
 

Rabu, 09 Maret 2011

Inspiring Indonesia Visit Indonesia 2010

Buat Provider Email Gratisan dengan Domain Sendiri (Recycled)

Ini sebenarnya tips yang sangat lawas.  Tapi, seperti lagu lama, jika diangkat kembali, maka akan asik juga didengar (lebay.com)  ;P.  Disini kita akan membuat provider email gratisan atau webmail dengan menggunakan embel-embel nama kita atau nama sesuatu yang kita sukai.,
Sebagai contoh adalah andi@andiyati.zzn.com.  Jika kita bandingkan dengan salah  satu email seperti ithauphy@yahoo.com, nama “andi” merupakan id dari email sama seperti “ithauphy“, sedangkan “@andiyati.zzn.com” merupakan nama provider yang menyediakan layanan pembuatan email sama seperti “yahoo.com“.   Artinya, orang-orang dapat membuat email dengan embel-embel “@andiyati.zzn.com” jika mereka membuat email baru dengan provider email kita.
Kita dapat membuat email keluarga seperti : aminah@andiyati.zzn.com, budi@andiyati.zzn.com, atau andiyati@andiyati.zzn.com.  Dalam hal ini, kita yang membuat layanan jasa penyedia email gratis.  Menarik kan?
Trus, kenapa ada “zzn” nya? Karena kita akan menggunakan zzn.com sebagai website gratisannya.  Sebenarnya masih banyak webbsite lainnya, tapi kayaknya yang ini lebih mudah.  Ok, kita langsung ke TKP
  1. Masuk ke www.zzn.com
  2. Klik join seperti pada gambar.
  3. Setelah halaman berikutnya muncul, masukkan nama yang kita inginkan pada kotak yang disediakan seperti pada gambar kemudian lanjutkan dengan mengisi form pendaftaran.
  4. Pada  Administration Information, isikan first name dan last name dengan nama depan dan nama belakang anda.  Sedangkan pada kolom email, masukkan alamat email yang sudah ada sebelumnya, misalnya alamat email pada yahoo, gmail, dsb.
  5. Klik agree
  6. Pada halaman selanjutnya, klik continue.
  7. Setelah muncul tulisan “Congratulation”, artinya, webmail kita telah berhasil dibuat.
  8. Coba buka tab baru di browser kamu, dan ketikkan alamat webmail kamu. Sebagai contoh, saya gunakan webmail yang berhasil saya buat yaitu www.untera.zzn.com.  Halaman depannya akan seperti ini
  9. Jika teman-teman atau keluarga anda ingin membuat email baru, mereka tinggal klik sign up for a free email disisi kiri halaman web.
  10. Tampilan registration form akan seperti ini 
  11. Para pendaftar tinggal mengisikan nama depan dan nama belakangnya dan klik sign up.  Nantinya mereka akan memiliki email seperti xxx@untera.zzn.com.  Mudah kan?
Selamat mencoba ya

Sejarah Nama Indonesia

Masih memperingati hari kemerdekaan Bangsa kita. Semua kita pasti kenal kalo negara kita ini bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapiaku yakin sebagian besar kalian mungkin tidak banyak mengenal bagaimana asal usulnya sehingga negara kita bernama Indonesia. Aku bisa memaklumi, mungkin karena kesibukan atau lupa atau yang lebih parah lagi tidak mau tau bagaimana sejarah nama itu terbentuk.
Padaz aman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalamc atatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar,seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa(Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulaua nDwipantara.
Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi(Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahuluhanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawas ekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis(Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi(semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, danTiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia danTiongkok semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia"(Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "HindiaTimur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, MalayArchipelago, l'Archipel Malais).
Pada jaman penjajahan Belanda,nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda),sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilahTo-Indo (Hindia Timur).
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde,yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berart ipulau). Nama Insulinde ini kurang populer.
Padatahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli),memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali padaakhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.
Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (PulauJawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis "Lamun huwus kalahnusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang,barulah saya menikmati istirahat).
Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diber ipengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa diantara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.
Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.
Nama Indonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journalof the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola olehJames Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl(1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On theLeading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
"...the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago wouldbecome respectively Indunesians or Malayunesians".
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka)dan Maldives (Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awaltulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects itin favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands orthe Indian Archipelago".
Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologidan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah indonesia di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbu langgapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah"Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat(Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch(Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu,inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).
Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool(Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, bergant inama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:
"Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrijeIndonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak"Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (eenpolitiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia(Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."
Ditanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bondmem bentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij).Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama"Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.
Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemenHindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, danSutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama"Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda menolak mosi ini.
Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942,lenyaplah nama "Hindia Belanda". Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945,lahirlah Republik Indonesia.
Nama Indonesia dalam berbagai bahasa
* Indonesia (Finnish, Indonesian, Italian, Malay, Romansh, Spanish)
* Indónesía (Icelandic)
* Indonésia (Portuguese)
* Indonesja (Maltese)
* Indonésie (Czech, French)
* Indonesië (Afrikaans, Dutch)
* Indonesien (German, Swedish)
* Indonezia (Romanian)
* Indonézia (Hungarian)
* Indonezja (Polish)
* Indonezija (Croatian, Lithuanian, Slovene)
* Indonezija (Latvian)
* Indonezio (Esperanto)
* Endonezya (Turkish)
* Indonesiana (Pig Latin)
* Indoneesia (Estonian)
* Indoneesiä (Võro)
* Indoneziya - (Bulgarian, Russian)
* Indoneshia - (Japanese)
* Indonisía - (Greek)
* Indonashia - - (Urdu)
* Yìndùnìxiyà - baca: Intunisiya(Tionghoa)